Ketika Mata Kering Nyaris Menggagalkan Momen Family Gathering yang Sudah Lama Dinanti

Guys... Ijinkan saya cerita dikit pengalaman aku kena gejala mata kering dan cara aku ngatasinnya.

Jadi, ceritanya, beberapa minggu sebelum libur panjang sekolah, tiba-tiba aja inbox TikTok saya penuh pesanan edit foto dan dokumen.

Dari yang mau edit prewedding, bikin foto nikah, sampai yang minta dibikin kelihatan lebih kurus 10 kilo (ini yang paling challenging, huehuehue).

Sebagai freelancer yang hidupnya bergantung pada rezeki nomplok macam ini, ya saya terima semua dong. Lumayan kan, bisa nabung buat jajan-jajan pas liburan nanti.

Tapi untuk mendapatkan itu semua memang ada satu hal yang saya abaikan, yaitu ketika mata udah mulai protes.

Tapi karena deadline mengejar dan dompet menjerit minta diisi, ya sudahlah, mata sepet dikit mah sepele. Perih? Ah, biasa. Lelah? Wajar lah, namanya juga kerja keras.

Eh, di tengah-tengah kesibukan itu, keponakan saya malah ngeluh di grup keluarga. Dia bilang, “Liburan mau ngapain ya? Bosen di rumah mulu.”

Entah dapat Ilham dari mana, tiba-tiba saya punya ide cemerlang, “Gimana kalau kita bikin family gathering aja? Ke pantai, patungan, sewa bus. Pasti asyik!”

Family gathering

Pas aku tawarin di grup, respon keluarga antusias banget. Dalam hitungan jam, grup WA keluarga udah kayak sunmori.

Yang nanya ini itu, yang usul sana sini, yang sok ngatur semuanya (tapi nggak mau repot). Dan karena saya yang ngide, otomatis saya jadi project manager dadakan.

Pertama, nyari bus. Ini bukan perkara gampang, karena saya parno banget sama berita-berita bus rem blong.

Bayangin aja, acara yang harusnya happy ending malah jadi breaking news di TV.

Jadi saya tanya sana-sini, baca review, sampai stalking media sosial perusahaan bus buat mastiin mereka kredibel.

Belum lagi mikirin soal logistik, makanan, minuman, obat-obatan, perlengkapan anak-anak.

Saya sampe bikin spreadsheet segala (lebay? Mungkin. Tapi better safe than sorry).

Belum lagi koordinasi jadwal. ada yang minta jemput di sini, ada yang mau ketemu di sana. Hp saya nggak pernah diem. Notifikasi masuk terus.

Mata saya udah kayak zombie. Merah, perih, tapi saya pikir, “Ah, nanti juga sembuh sendiri.”

Hari H tiba. Kami berangkat tengah malam biar sampai pantai pagi-pagi.

Rencananya sih saya mau tidur di bus. Tapi ternyata? Nggak bisa. Ada aja yang perlu diurus.

Ada yang lupa bawa ini, ada yang nanya itu, ada yang anaknya rewel. Saya jadi kayak pramugari dadakan.

Dan AC bus yang langsung nyemprot ke muka saya? Bikin mata makin kering.

Tapi saya masih optimis. “Paling nanti sampai pantai, hirup udara laut, pasti seger lagi deh.”

Begitu bus berhenti dan saya coba buka mata... ADUH. Rasanya kayak ada pasir masuk. Perih banget. Sepet.

Mata saya nggak bisa kebuka sempurna. Pandangan kabur. Saya panik. Ini kan momen yang udah lama direncanain. Mana saya lagi yang ngide.

Keluarga besar udah pada excited. Anak-anak udah pada heboh mau main air. Dan saya? Malah sibuk sama mata perih.

“nte kenapa, kok matanya merah banget?” tanya salah satu keponakan.

“Nggak tau, perih banget. Kayaknya kecapekan,” jawab saya sambil berusaha nggak keliatan panik.

Keponakan saya yang baik hati langsung inisiatif. “Yaudah, aku cariin obat tetes mata ya, nte.”

Dia langsung garcep nuari apotek terdekat di Google Maps. Tapi, ya iyalah, jam segitu apotek mana yang buka? Akhirnya dia ke Indomaret. Dan di sinilah momen penyelamatan terjadi.

“nte, aku googling. Katanya kalau mata sepet, perih, itu gejala mata kering. Harus pakai obat tetes khusus,” jelasnya sambil scrolling.

“Trus?”

“Nah, di sini ada INSTO DRY EYES. Reviewnya bagus. Cocok buat gejala mata kering. Mau aku beliin?”

Saya angguk aja. Dalam hati aku bilang “Apa aja deh, yang penting mata gue bisa normal lagi.”

Beberapa menit kemudian, keponakan saya balik bawa kotak kecil berwarna biru muda.

Di kemasannya ada tulisan “Dry Eyes” segede gaban. Dia bacain kandungannya, Hypromellose sama Glycerin, yang katanya emang buat melembabkan mata kering.

“berapa tetes ini?” tanya saya.

“1-2 tetes aja.”

Saya langsung eksekusi. Tetesin INSTO Dry Eyes ke mata. Dan... AJAIB. Nggak langsung sembuh total sih, tapi rasa perihnya berkurang drastis.

Mata yang tadinya kayak pengen nutup terus, perlahan bisa kebuka normal.

Sejam kemudian, udah jauh lebih baik. Menjelang siang, saya bahkan udah bisa ikutan main air sama keluarga.

Gathering kami sukses. Anak-anak happy, orang tua seneng, sepupu-sepupu yang tadinya jarang ngobrol jadi akrab.

Momen yang nyaris gagal gara-gara mata kering, akhirnya terselamatkan berkat #InstoDryEyes.

Pulang ke rumah, saya langsung Googling , kenapa sih saya bisa kena gejala mata SePeLe alias Sepet, Perih, Lelah itu?

Ternyata sebenarnya itu tuh semacam alarm tubuh yang bilang, “Hei, istirahat dong!” Tapi kita sering abein. Aku kan mikirnya, “Ah, nanti juga ilang sendiri.” Padahal kalau dibiarkan, ternyata justru bisa makin parah.

Pokoknya jangan sepelekan gejala mata kering. Kalau mata udah mulai terasa sepet, perih, atau lelah, itu bukan cuma capek biasa.

Apalagi kalau kita sering natap layar hp atau laptop berjam-jam, kurang tidur, atau sering di ruangan ber-AC. Mata kita butuh perhatian khusus.

trus, kalian kudu sedia obat tetes mata, terutama kalau kita tipe orang yang sibuk dan sering begadang.

INSTO DRY EYES menurut aku praktis banget dibawa kemana-mana. Harganya terjangkau. Ukurannya kecil, bisa masuk pouch. Dan yang penting, beneran ngebantu meredakan gejala mata kering.

Meski bersyukur semua berjalan lancar dan bisa dibilang cukup sukses, tapi saya sadar kalau saya terlalu memaksakan diri buat ngerjain semuanya sendiri.

Padahal keluarga besar itu artinya banyak tangan yang bisa ngebantu. Nggak perlu jadi superhero sendirian. Minta tolong itu bukan tanda lemah, tapi tanda kita punya otak.

yah, pada akhirnya jaga kesehatan itu sama pentingnya sama kewarasan. Kalau badan udah protes, dengerin. Jangan kayak saya yang baru sadar pas udah krisis.

Sekarang, setiap kali saya mulai kerja lembur atau berencana pergi jauh, saya selalu inget #BebasMataKering itu penting.

Dan pesan saya buat kalian yang baca artikel ini #MataSePeLeJanganSepelein. Serius. Karena mata kering itu bukan cuma soal nggak nyaman. Kalau dibiarkan, bisa ganggu aktivitas penting kita.

Oh iya, setelah kejadian itu, saya jadi rajin istirahatkan mata setiap 20 menit sekali kalau lagi di depan layar. Ini saran ahli btw.

Terus saya juga lebih aware sama lingkungan. kalau AC terlalu kenceng, saya minta dikecilkan atau pindah posisi.

Sekarang saya selalu bawa INSTO DRY EYES di tas. Jaga-jaga. Karena siapa tau kan, mata kering bisa datang kapan aja.

Iya kalau lagi pas deket dari apotek atau minimarket kaya Alfamart atau Indomaret. Kalau jauh gimana? Kan repot sendiri.

Momen keluarga yang nyaris gagal itu sekarang jadi cerita lucu yang sering kami omongin. “Inget nggak waktu itu Tante sampai nggak bisa buka mata?” kata keponakan saya sambil cengengesan.

Bodo amat! saya cuma bisa senyum-senyum aja karena toh mereka tetap pengertian dan berusaha untuk nyari tahu gimana caranya membantu saya. Menurut saya itu udah menunjukkan kalau mereka peduli satu sama lain dan punya jiwa empati yang tinggi.

Sekali lagi, untung ada INSTO DRY EYES di Indomaret pagi itu. Sehingga di momen spesial itu saya bisa hadir sepenuhnya sebagai anggota keluarga dengan mata yang sehat dan jernih.

Comments

Popular posts from this blog

7 Tempat Wisata Menarik di Jogja dan Sekitarnya 2025

Kenapa Kamu Perlu Wisata ke Monas Meski Cuma Sekali Seumur Hidup

Kisah Ritno Kurniawan Rintis Ekowisata Nyarai di Sumatera Barat & Berdayakan Pembalak Liar Sebagai Guide